Phobia Hilang Karena Mustika Roro Jonggrang

Dulu saya orang yang kuper (kurang pergaulan).

Pernah ada satu cerita, sore itu ada pak Pos yang menghampiri saya karena kebetulan saat itu saya sedang duduk-duduk santai di beranda rumah. Pak Pos tanya alamatnya ibu Muntamah, karena saya tidak tau ya saya jawab saja tidak tahu.

Malam harinya saya menceritakan tentang pak pos yang menghampiri saya dan tanya ke ayah siapa itu ibu Muntamah. Eh ternyata ibu Muntamah yang dimaksud itu tetangga depan rumah saya. Sejak kecil memang saya sering memanggilnya mbak Tata. Saya juga tidak tahu nama lengkapnya siapa.

Jika pak Pos itu tahu bahwa rumahnya ibu Muntamah itu di depan rumah saya, pasti pak Pos ngedumel sama saya.

Sejak kecil memang saya tidak terlalu suka keluar rumah, saya lebih suka berdiam diri di rumah. Menurut psikiater, saya menderita Anthropophobia (phobia pada orang / bermasyarakat) sehingga saya lebih suka menghabiskan waktu sendirian di rumah.

Mengetahui bahwa kebiasaan saya itu adalah sebuah phobia. Maka orang tua saya menyarankan saya mengikuti terapi. Sayangnya, terapi yang saya jalankan selama dua tahun itu ternyata tidak membuahkan hasil.

Saya pun dibawa ke seorang ahli supranatural di Kudus dan disarankan mengenakan sebuah cincin. Sebulan setelahnya, kebiasaan menyendiri saya mulai menghilang. Kini saya sudah menjadi pribadi yang menyenangkan dan gampang bersosialisasi.

Saya juga sudah mengantongi pengalaman sebagai ketua OSIS, PimRed majalah SMA, Dewan Saka Bhayangkara, Anggota paskibraka dan beberapa organisasi masyarakat lainnya.

Berkumpul bersama orang lain itu sungguh menyenangkan.