Asal Usul Mustika Ayam Jago

Mimpi aneh memang selalu menghampiri kang Masrukhan. Sama seperti malam itu, kang Masrukhan bermimpi seolah menjadi seekor ayam jago yang dikejar-kejar dayang Prambanan, mungkin ingin disembelih dan dijadikan masakan, pikir kang Masrukhan.

Sebagai seekor ayam jago yang dikerubuti dayang-dayang di keraton yang luas seperti keraton Boko bukanlah hal yang sulit untuk melarikan diri. Sekuat tenaga kang Masrukhan pun terus lari dan lari menghindari kejaran dayang Prambanan.

Namun apalah daya sang ayam, walaupun tempatnya cukup luas untuk melarikan diri, namun tidak ada tempat untuk bersembunyi, ditambah lagi energi yang semakin menipis. Akhirnya kang Masrukhan pun tertangkap oleh seorang dayang.

Benar ternyata, mereka bermaksud menyembelih kang Masrukhan yang kala itu berwujud ayam jago. Setiap kali pisau hendak menggorok leher sang ayam, kang masrukhan pun terbangun.

Selama seminggu penuh, setiap malamnya kang Masrukhan mengalami mimpi yang sama.

Esok harinya, kang Masrukhan memutuskan menuju ke Prambanan. Di tengah perjalanan kang Masrukhan melihat seekor ayam jago putih mulus yang dijual bapak-bapak setengah baya di tepi jalan. Kang Masrukhan pun turun dan langsung membelinya. Padahal penjualnya menawarkannya dengan harga yang tidak sedikit namun tanpa basa-basi beliau tetap membelinya.

Entah darimana asal ide untuk membeli ayam jago tersebut, namun satu yang ada di pikiran kang Masrukhan adalah beliau ingin menyembelih ayam tersebut saat melakukan ritual nantinya.

Sesampainya di keraton Boko, kang Masrukhan menuju candi pembakaran. Pemilihan tempat tersebut karena dalam mimpi disitulah kang Masrukhan hendak disembelih para dayang Prambanan.

Betapa terkejutnya kang Masrukhan saat mengetahui di dalam leher ayam yang disembelihnya itu terdapat sebuah batu mustika. Segera diterawangnya batu mustika tersebut. Tampak nyata sekali adanya energi penarik kekayaan yang luar biasa.

Hari itu, Kanjeng Putri Roro Jonggrang memang tidak menemui kang Masrukhan, namun batu mustika yang didapatkannya dari dalam ayam jago yang disembelihnya itu sudah cukup membuat kang masrukhan mengucap terimakasih yang tiada tara kepada Kanjeng Putri Roro Jonggrang.